isi dari ini bakal dipindah ke

http://realrich82.wordpress.com

Rich

Sebuah Jurnal Pribadi

June 1, 2008

Satu
jentikkan jari

Img_4627
Aku akan
mulai banyak menggunakan kata – kata aku, karena mungkin egoisitas diriku mulai
timbul. Dimana keinginan untuk tidak menggunakan kata subjek pada tulisan –
tulisan yang sebelumnya sama sekali tidak mempertanggungjawabkan apa yang
kutulis. Itulah hal yang akan kusampaikan pada beberapa kalimat kedepan. Aku dan aku dan aku mulai menemukan diriku kembali setelah 3 tahun ini.. Penggunaan kata aku ini berasal dari keberanian untuk bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita bicarakan maupun apa yang kita pikirkan dengan hati yang jujur. Baru kali ini, seakan – akan pikiran ini tidak pernah berhenti berputar. Mencari ide – ide baru. Aku serasa lepas dan bebas. Pada akhirnya aku akan belajar untuk menemukan jejak langkahku sendiri. Dimulai dari hari ini. satu orang akan berkata “kamu itu mirip dengan seseorang” namun aku juga tidak ambil peduli. Karena aku bukan orang lain, dan aku akan menggunakan aku untuk mendobrak batas
– batas yang ada.

Satu tahun berada di Kota London ini. Seakan berlalu begitu saja,
dengan sebegitu banyak pengalaman yang didapat. Waktu seakan – akan pergi hanya dengan satu jentikan jari. Yang tertinggal hanyalah beberapa bekas kenangan saja. Sudah saatnya aku berangkat mencari sesuatu
yang baru lagi untuk dipelajari. Satu tahun di tahun 2005 di Bandung. Satu tahun di tahun 2006 di Singapore dan satu tahun di tahun 2007 di London. Satu tahun terakhir ini, Aku melihat banyak hal yang baru. Orang – orang dengan berbagai macam karakter. mataku seperti terbuka untuk melihat lebih dalam, mendengar lebih seksama, menebak melalui tingkah laku.. Ketika sebuah pelajaran itu juga berisi berbagai sifat dan perangai orang yang di dalamnya, Satu dan dua hal itu mengajarkan banyak hal untuk bisa mengerti sifat – sifat orang lain. Yang menarik dari pengalaman satu tahun ini, Begitu banyak harapan dan pemikiran yang disampaikan dari banyak orang.

Ada yang skeptis namun ada juga yang menyegarkan. Ada juga yang memakai topeng dibalik topeng. Memang
dunia ini seperti sebuah panggung dengan sebegitu banyaknya topeng.

Pada saat ini lah aku akan bercerita mengenai kehidupan sehari – hariku. Bukan
sisi yang lain, namun hanya sisi yang biasa.

Ada kalanya aku menghabiskan malam minggu hanya dengan dentingan piano dengan permainan yang biasa – biasa saja, dan nyanyian yang sungguh terdengar indah dari teman terbaikku ya dengan mereka aku biasa menghabiskan waktu hanya untuk melantur.

Ada kalanya kadang2 aku pergi ke taman –taman yang sungguh menarik disini, ada sungai, ada hamparan rumput yang begitu luas, ada gundukkan rumput yang memang sudah seperti itu adanya, ada pohon ratusan tahun umurnya, semua dibiarkan tumbuh dengan tertata.Ada juga kadang – kadang bagaimana kekonservatifan yang ditata seakan – akan berintegrasi dengan pepohonan dan taman – taman yang ada. Tidak ada filosofi
yang jelas yang mendasarinya, hanya saja itu serasa tumbuh dengan semangat konservasi terhadap alam.. Sungguh berbeda dengan ironi babakan siliwangi di
bandung, ya itu masih diperdebatkan memang… Hal ini membuat sedikit banyak sadar, bahwa negeriku sungguh tidak tertata. Setiap hari aku akan bangun tepat pada jam 7 pagi, pada saat jam 7 pagi, pada setiap hariku, ada panggilan dari Indonesia, aku tidak akan mengangkatnya karena itulah panggilan bangun pagiku.. ada juga terkadang perbincangan tengah malam Hari.Kadang kala aku tertidur di depan komputerku, hanya karena email yang kutulis setiap harinya….atau beberapa email yang hanya kubiarkan di inbox tidak terbalas karena waktu memang sungguh mengukung. Hari minggu kuhabiskan dengan bermain piano membantu untuk perayaan ibadah. Kehidupan yang sederhana. Namun apabila ada tiga aspek yang terpenting dalam arsitektur, ada
jalan2, ada pemikiran dan ada karir / pekerjaan. Pemikiran ada di urutan
teratas, kemudian jalan – jalan ada ditengah dan kemudian barulah karir /
pekerjaan ada di bagian terakhir. Pengalaman itu ada bukan hanya dalam satu garis CAD drawing. Namun ada pada saat kamu berjalan – jalan. Ketika kamu berempati terhadap lingkungan sekitar. Membuka mata lebih jelas dan mendengar lebih seksama.

Arsitektur dan karir. Karir itu ada di dalam hidup tapi Hidup itu tidak ada di dalam karir dalam artian langsung. Karir itu satu dari beberapa aspek dalam hidup. Karir itu penting karena itu berkaitan dengan bagaimana kita bertindak terhadap sekitar kita. Karir tidak akan memahat karakter kita begitu dalam. Karir itu hanya hitungan jam dan hasil. Seperti seorang arsitek yang bekerja dengan diagram dan bangunan. Apapun hasil nya, karir hanyalah seperti itu, ada dalam hitungan jam dan hasil. Perdebatan akan berlangsung sangat sengit apabila kita berbicara mengenai karir, karena sedikit banyak itu akan menyerempet aspek terpenting kita, yaitu harga diri. Ya itu bagaimana kita dilihat oleh orang lain. Bagaimana tingkatan kita dimata orang lain. Bahkan hati pun tidak akan berbicara kalau idealisme pemikiran kita tercoreng begitu saja. aku secara aku ngga pernah berharap untuk bisa ada di tempat ini, aku disini bukan karena aku. Tapi karena orang – orang yang ngedukung, kita ada di jalinan rantai yang saling dukung mendukung. Semua tergantung pikiranmu sendiri. Semua tergantung
apa maumu. Apabila kamu menginginkan sesuatu, dapatkanlah, persiapkanlah.
Segala yang kita dapat bukan hanya satu jentikkan jari. Tapi kehilangan akan semua usaha kita bisa dalam satu jentikkan jari.. semua yang kita raih sekarang, bisa aja hilang. Kalo itu hilang. Aku ngga akan pernah ngerasa hilang…

Banyak arsitek yang terdikte oleh karir mereka. Mereka tenggelam dalam
kesendiriannya dalam ide – ide yang akan merubah dunia. Semua itu butuh
pengorbanan antara idealisme arsitek dan dorongan kapitalis. Sungguh miris, arsitek yang pendeta dalam perubahan perkotaan yang lebih baik, harus tunduk dalam kungkungan waktu dan idealisme yang akan merusak hidupnya. Kita ada di era yang semakin cepat dan teknologi yang semakin handal. Arsitektur itu pada akhirnya boleh saja dihayati seperti
keyakinan yang teguh. Namun pada akhirnya, hidupmu bukan sebatas bentuk yang elegan dan gestalt bentuk. Yang aku rasain, disini hambatan begitu besar, mungkin ngga semudah yang dikira. Seringkali harus tunduk dalam stigma – stigma kebaratan dan rasialisme di kantor. Kata buktikan kembali muncul bahwa kita harus bisa. Banyak orang dan aku sendiri memang belum sampai ke tahap itu. Namun pada saat itu aku akan punya wanitaku untuk hanya ada.
Arsitek itu seharusnya orang yang paling bahagia dalam hidupnya. Dia harus punya respek terhadap orang – orang sekitar. Dan orang yang akan berkompromi dengan sekitar. Karena dia akan merubah segala sesuatu yang ngga baik dalam tatanan perkotaan dan
mempunyai visi untuk bisa mengubah tatanan. Arsitek seharusnya bukan orang autis. Ia harus sensitif terhadap orang lain. Itu dulu yang terutama. Bukan aku, tapi kita dalam hanya satu jentikkan jari. Hanya satu.

Meninggalkan Kota ini akan terasa berat, dimana semua seakan – akan sebegitu baiknya dan amannya. Kubisa mendapatkan apa yang ku mau disini. Kata “kebanggaan yang melekat” serasa seperti topeng yang menipu, seperti pisau yang memiliki dua sisi. Meninggalkan semuanya untuk mengambil keputusan yang tentu saja tidak biasa sungguh sulit.

Ada kalanya kita seperti ada di satu pengadilan dalam masyarakat. Dimana kamu dinilai dari keputusan yang kamu ambil. Namun pada akhirnya aku kembali sadar, bahwa kita tidak hidup dari aku itu sendiri. Kamu hidup untuk orang – orang yang terpenting dalam hidupmu. Aku tidak pernah ambil peduli terhadap pandangan umum, jadilah terang asal itu wajar kemudian tertawakan dirimu dalam masa depan. Itu satu hal yang sungguh baik untuk dijalani.

Ada kalanya mendengar pemblokiran site oleh pemerintah karena satu buah video. Sebuah cara yang sangat tidakmasuk diakal. Terkadang kita berpikir kerdil. Membuat solusi yang konyol dengan isu yang lebih besar tidak
terselesaikan. Informasi itu ada dimana –mana sementara ini, kita hanya bisa jujur menghadapi informasi… tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah pemblokiran informasi. Cepat atau lambat itu akan sia – sia . Semua ini membuatkita hanya bisa menghela nafas..
Ada kalanya ku mendapat email mengenai peristiwa 23 mei yang sungguh mungkin untuk terulang. Sungguh pedih rasanya ketika mendengar kembali peristiwa itu. Ketika bencana – bencana kembali berulang dan mengakibatkan banyak korban jiwa.Ada saja orang – orang yang berbicara dan bertindak demi perutnya sendiri. Sungguh miris bagaimana seringkali kita dipermainkan oleh system yang kita buat sendiri. Manusia
membuatnya dan manusia jugalah yang mempermainkannya. Mari kita tunggu akan jadi apa segala kondisi dalam tahun – tahun ke depan.

Aku berdoa semoga bulan – bulan ke depan akan semakin menarik dijalani dan dipahami.Dan cerita kemarin sudah usai dan cerita esok akan kembali dimulai mengenai apa yang terjadi… nanti.

Cerita di Tahun Ketiga

April 29, 2008


Di dalam satu cerita, satu
paragraph, satu skenario. Semua menunjukkan satu keterkaitan dalam ritme yang
berbeda   

Ada
kalanya terdapat beberapa kata dan ada kalanya juga terdapat beberapa titik,
beberapa perhentian, beberapa jeda dan beberapa koma.. Semua terbagi menjadi 3
bagian. Saat kata itu ada, saat jeda itu ada dan saat titik itu ada.  Saat
titik itu ada menandakan kita akan berhenti untuk kemudian ada jeda dan memulai
kembali dengan kata yang baru. 


Ada kalanya waktu mengajarkan kita kesabaran dan ketidakpastian. Seperti proses
penulisan kata – kata yang terlihat sederhana dan dan diulang – ulang. Lihatlah
Pandai besi yang menempa besi. Dari mata orang biasa, ia sedang mengulangi
kegiatan yang sama. Palu menempa, tetapi orang yang mengerti tahu setiap pandai
besi mengangkat palunya, dan menempa besi itu. Intensitas dari tempaaannya
berbeda. Tangan mengulangi gerakan yang sama, ketika tangan itu menempa
mendekati. Ia akan mengerti bahwa ia mengerti untuk menekan dengan kurang atau
lebih tekanan. Itu sama dengan repetisi. Itu terlihat sama namun berbeda. Suatu
ketika saat itu akan tiba ketika kamu tidak lagi berpikir tentang apa yang kamu
lakukan. Kamu menjadi kertas, kamu menjadi tinta , kamu menjadi kata – kata. “.
[Paulo coelho – The Witch of Portobello]setiap orang dari kita memiliki jalan yang berbeda – beda, pribadi kita dan
keahlian kita masing – masing. Ya sebenarnya kita sedang menempa diri dengan
lingkungan dan keadaan yang membatasi kita.. kita sedang belajar menjadi
seorang pandai besi. Yang melakukan kegiatan repetisi dan terus menerus. Terlihat
sama setiap hari, terkadan dari luar begitu membosankan, begitu tidak menarik, ..namun
saat kita bisa menjadi kertas dan tinta itulah saat kita memiliki kebanggaan
sepenuhnya..


Ada satu cerita tentang Seorang teman
terbaik dari Negara Amerika. Ia bercerita dimana dia sekarang memiliki kondisi
yang berbeda, ia seakan – akan tidak mempunyai apa – apa untuk diperjuangkan.
Ia berkerja dalam satu tim yang merupakan project terbesar yang pernah
ditangani di kantor. Ia terus menerus melakukan repetisi yang sama karena fase
desain yang sudah relatif selesai dan ia hanya perlu menggambar dan memproduksi
gambar. Karena itu ia ingin sekali bisa kembali mendesain konsep – konsep
seperti sewaktu dahulu di kampus.. dan kembali menikmati masa – masa kuliah
yang penuh dengan ide – ide. Kemudian kita pun bercerita mengenai bagaimana
masa – masa kuliah dulu. Hal yang menarik terjadi ketika kita berbicara
mengenai ambisi dan mimpi. Ambisi itu berbeda dengan mimpi. Ambisi adalah nafsu
dan keinginan kita, ketika kita berbicara mengenai ambisi, mata kita akan liar,
dan nafas kita akan tersengal – sengal… namun ketika kita bercerita mengenai
mimpi, saat – saat itu akan teduh, dan cerita itu tidak akan ada habisnya..dua
hal hampir sama namun jelas berbeda. Aku percaya bahwa kita harus mengejar dan
mewujudkan mimpi kita. apapun yang sedang dan akan terjadi, itu berarti kuyakin
selalu bahwa kita harus mencintai apa yang kita kerjakan dan perbuat.


Semua ini kembali berulang, ada
kerinduan untuk kembali ke masa
– masa penuh pencobaan, dimana semua masih
terasa tidak pasti. Masa – masa 3 bulan pertama di tahun pertama, kedua dan
ketiga. Ku tahu, sekali kumelepaskan semua yang ada disini, aku akan kembali
lagi berada didalam suasana yang baru. Pertanyaaannya adalah apakah masa yang
sekarang itu sudah cukup….  “waktu itu berbicara dalam berbagai macam
dimensi, waktu berbicara dalam dimensi detik menit jam dan hari – hari
yang akan atau telah lewat “ namun pengalaman untuk belajar itu akan
kembali dalam kemauan dirimu itu sendiri untuk belajar, bahkan jika perlu waktu
itu akan tunduk kedalam kekuatan keinginan. Mungkin waktu 1 bulan, 3 bulan ,6
bulan 1 tahun akan tidak cukup, namun bisa juga itu sudah lebih dari cukup.
Tidak ada yang pernah mengerti akan kekuatan keinginan. Jangan pernah
menghitung dan membatasi dirimu sendiri. Saat hati kita sudah bekerja, apa yang
tidak mungkin akan menjadi mungkin. Saat ini kerinduan yang amat sangat untuk
bisa kembali meneruskan studi di tempat – tempat terbaik sudah begitu terlihat…
kata kebanggaan mulai sirna dan kata ketiadaan akan mulai menghampiri… sekali
jalan sudah terbuka, dan kaki mulai melangkah maka tidak ada kata kembali…


Mengenai Jejak – jejak langkah
Kita selalu menemukan jejak – jejak langkah orang lain dalam hidup ini. Jejak
langkah orang tua, kakak, orang – orang panutan. Jejak – jejak itulah yang akan
membimbing kita, seperti menemukan beberapa panutan untuk membantu mengarahkan
kita ke arah yang baik. Jejak langkah itu ada yang besar , ada yang terlihat
jelas, ada juga yang terlihat samar – samar. Alih – alih dari jejak langkah
yang sudah dijelaskan… Jari jemari ini mulai bergerak. Tidak tertahankan untuk
menulis beberapa paragraph mengenai cinta. Cinta itu sebuah misteri. Misteri
itu datang dari pribadi wanita. Wanita menjaga misteri dan membukanya dan
mengajarkan mengenai arti bagaimana berbuat dalam hidup.. Satu dan lain hal
kita merasa tak pernah sempurna tanpanya. aku belajar mengenai tulusnya
menghargai, aku belajar mengenai tulusnya arti memaafkan. aku belajar mengenai
arti ada dan tiada. juga aku belajar mengenai arti simpati mengenai orang lain.
aku belajar mengenai tulusnya berbuat. Satu demi satu aku baru mulai mengerti,
satu dan lain hal mengenai wanita. Di antara perbedaan 6 jam yang sungguh sulit
untuk dijalani, aku percaya wanitalah yang akan memahat pribadi kita, watak
untuk menjadi lebih baik.. Dimanapun diri ini melangkah kupercaya jejak
langkahnya selalu ada dalam doa dan cita. Dan jawaban akan pertanyaan diatas
adalah ….Seringkali diri ini bertanya sampai kapan kita harus mengikuti jejak
langkah yang ada di dunia ini. Apakah ada saatnya kita membuat jejak langkah sendiri
bagi orang lain ? Untuk menjadi diri sendiri ? Wanita terbaikku berbicara “kamu
harus bisa menjadi diri sendiri, karena kamu adalah kamu dan bukan orang lain,
kita hanya ada satu, hidup ini hanya satu kali. Jalanilah sepenuh hati.” Aku
selalu bersyukur bisa mempunyai orang yang mendukung setiap langkah yang
direncanakan dengan tulus. Hidup memang tidak pernah tergesa – gesa,


Namun
sekarang saatnya aku ini berlari dengan kencang … ;)

Live A Life That Matters

April 10, 2008

Ready
or not, some day it will all come to an end. There will be no more sunrises, no
minutes, hours, or days.

All the things you collected, whether treasured or forgotten, will pass to
someone else.

Your wealth, fame and temporal power will shrivel to irrelevance.

It will not matter what you owned or what you were owed.

Your grudges, resentments, frustrations and jealousies will finally disappear.
So too, your hopes, ambitions, plans and to-do lists will expire.

The wins and losses that once seemed so important will fade away.

It won’t matter where you came from or what side of the tracks you lived on at
the end.

It won’t matter whether you were beautiful or brilliant.

Even your gender and skin color will be irrelevant.

So what will matter? How will the value of your days be measured?

What will matter is not what you bought, but what you built; not what you got,
but what you gave.

What will matter is not your success, but your significance.

What will matter is about what you learned as well as what you taught.

What will matter is every act of integrity, compassion, courage or sacrifice
that enriched, empowered or encouraged others to emulate your example.


What will matter is not your competence, but your character.

What will matter is not how many people you knew, but how many felt good when
they were around you and how you served them.

What will matter is not your memories, but the memories that live in those who
loved you.

What will matter is how long you will be remembered, by whom and for what.

Living a life that matters doesn’t happen by accident. It’s not a matter of
circumstance but of choice.

Choose to live a life that matters. - Michael Josephson

" If there is anything I would like to be remembered for it is that I
helped people understand that leadership is helping other people grow and
succeed. To repeat myself, leadership is not just about you. It’s about
them." - Jack Welch


Live A Life That Matters

2 tahun 9 Bulan

January 6, 2008

2008 Langkah Melangkah…

Img_1020 Resizeimg_3858

Sudah 6 bulan disini, di kota yang baru , dimana matahari terkadang ada disini hanya untuk mengedipkan mata dan kemudian bersembunyi kembali. Sudah ½ tahun disini , setiap hari waktu berpacu dengan rutinitas yang lama – lama terlihat semakin nampak. Semua terasa begitu lambat dalam kenangan namun terlalu cepat ketika ada dalam langkah - langkah. Dimensi yang berbeda di kota yang berbeda. Cerita berbeda di tempat yang baru.
            Dimulai dengan saat – saat pertama datang dan ketidak tahuan kemana langkah ini mengarah. Ini seperti masa2 sebelum setengah tahun pertama. Ada suatu cerita ketika 7 bulan setengah yang lalu, aku ditanyakan oleh salah satu teman terbaikku. “Apa mimpimu kedepan teman ? “… Ku terdiam mengenai apa jawaban yang mungkin bisa dilontarkan untuk menjawab. Saat itu ku hanya bisa menjawab, “ku butuh hidup baik dan sederhana … tidak kekurangan apa pun, dan biarkan segalanya mengalir dengan usaha yang terbaik ”. Kemudian ia menjelaskan mengenai jalan hidupnya, bagaimana menetapkan tujuan, dan hal- hal yang dia lakukan untuk mencapai mimpinya, hal – hal yang teknis dan mendasar yang dipersiapkan. Sesuatu yang dipikirkan dan tidak hanya seperti kemana air mengalir. Kita semua butuh sebuah pencapaian, bukankah semua sama, kita butuh sesuatu yang nyata, bukan hanya angan – angan.. semua itu bisa digenggam teman.
            Suatu waktu disini dimulai dari kebimbangan yang ada ketika tiada siapa – siapa untuk mencari tempat tinggal, dan jalan yang sangat baik pun dibukakan, , membantu untuk melewati saat – saat yang sulit disini, dimana jarak tempuh dari tempat kerja hampir 2 jam perjalanan, pola makan yang belom sesuai, kantong yang mulai menipis, jam kerja yang semakin lama semakin tidak menentu.
            Ada juga saat – saat dimana sampai tidak ada baju lagi untuk dipakai, karena jarangnya pulang kerumah dan tiadanya waktu untuk sekedar mencuci, karena kesibukan kerja yang memang tidak bisa ditunda, seketika terkadang saat pulang kerumah , canda tawa dari anak2, sungguh menghibur. Thanks ya Mas Ari Mbak Lia, for your hospitality.
            Disini iterasi design yang pernah dialami kembali terjadi, bahkan inilah ujian terbaik yang pernah dijalani.. berminggu2 tanpa henti, … sesekali kita menghirup nafas, seketika itu tarikan itu kembali muncul untuk kembali ke tekanan yang semakin lama semakin meninggi seperti menarik lagi untuk tenggelam ke dasar,… ada pelajaran baru disini, pengolahan berbagai macam diagram. Beberapa isu yang penting seperti isu2 yang sedang trend di dunia ini, green design, efficiency, monumentality… pengolahan diagram2, terkadang kita berbicara mengenai sistem yang kita sendiri tidak tahu dimana kita berpijak, ada dimana kita ? dulu, seringnya berkata – kata tanpa mensistematiskan apa yang mau dipikirkan, dan disampaikan. Seolah- olah kita terlihat dalam kemauan bereksistensi saja. Berdiskusi dengan lulusan – lulusan arsitek dari tempat – tempat terbaik, seolah – olah kembali menampar, apakah benar cara – cara untuk berdesain yang selama ini diyakini. Penekanan pada diagram dan kejelasan bentuk benar2 nyata terlihat, berdasarkan keobjektifitasan. Pentingnya bagan dan matrix – matrix yang tidak hanya sebagai alat kosmetik belaka, itulah jiwa yang akan mengarahkan proses desain kearah yang lebih melesat jauh. Ya lompatan – lompatan design iterasi itu akan kembali ke pentingnya strukturisasi diagram dimana lompatan design yang lebih tinggi dan terarah. Tidak hanya seperti itu, namun bisa lebih tajam lagi.Ketika panah sudah ditarik dan dibidikkan dengan sekuat tenaga maka panahnya akan melesat jauh untuk menghujam dengan tajam di sasaran yang dicapai. Dahulu prinsip arsitektur ada di alam khayalan dan perasaan, disini arsitektur adalah design, bisnis, dan subjektifitas dalam objektifitas Tarik satu garis lengkung mengarah ke atas dalam wajah, dan coba tersenyum..
            Ada cerita dimana saat – saat kehilangan dompet, ya semua kartu – kartu yang penting ada disitu. Saat itu kudalam keterburu2an dalam perjalanan ke kantor. Kuterburu – buru turun dari bus, dan kemudian sesaat kemudian tersadar namun sudah terlambat. Telpon berdering di keesokan harinya dan itu dari perusahaan bus, mereka menemukan dompet itu, tidak kurang suatu apapun. Ketika seorang pegawai bank mendengarkan cerita yang baru saja terjadi, ia seketika berkata, di kota ini, ternyata banyak orang yang baik, di London hal seperti ini tidak pernah terjadi…. Saat sudah larut malam kuputuskan untuk pulang, di bus station, ada seorang ibu – ibu, ia berasal dari Jamaika. Seketika kita tenggelam dalam perbincangan yang menarik mengenai kejadian – kejadian yang ada di hari ini, dan betapa kita harus berhati – hati di kota ini , di akhir perbicangan itu, ibu tersebut berkata, tidak ada yang kebetulan di setiap saat dalam hidupmu, kita bertemu disini tidak karena kebetulan namun karena jalan yang diatur bagimu, OlehNya… “Rich aku dan kamu ada disini untuk sebuah tujuan, aku akan menjagamu. Dan kemudian, kita kemudian tertawa tergelak – gelak, di akhir perbincangan, ternyata kita baru menyadari bahwa rumahnya hanya berbeda 1 blok dari ku, sementara bus station kantor tempat kita bermula itu sekitar 1 jam dari sini, seakan – akan mendapatkan satu lagi teman baru. ya ku percaya atau tidak bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini , semua ini hadir untuk suatu tujuan tertentu. Kejadian ini mengingatkan bahwa ku selalu dalam lindunganNya. Seperti salah satu perkataan teman terbaikku, semua akan indah pada waktunya…
            Kubaru menyadari akan arti 1 hari ke depan., … hanya 1 hari ke depan di masa lalu, hanya 1 hari kedepan dalam satu tahun ke depan, … Pernah suatu ketika seorang teman, bertanya tentang kebimbangan dalam dirinya untuk jalan hidup yang ia tempuh.. kuyakin bahwa sampai nanti kebimbangan demi kebimbangan selalu datang.. semua hanya menyisakan cara kita bersikap terhadap keadaan ini. Kurasakan bahwa tempat kita berada sekarang adalah angan – angan dari 1 hari kedepan dahulu . Itulah buah dari tindakan – tindakan kecil yang dilakukan dimana 1 hari ke depan dimulai dari pola pikir yang sangat sederhana. Keinginan untuk maju akan membuahkan kemajuan.. Keoptimisan tinggi. Optimis dalam pikiran dan tindakan. Di sini, kebiasaan berbagi yang tetap dilakukan di tengah keegoisan yang ada seakan menjadi langka, , …
            Ada satu cerita ketika kita duduk2 di kantor, satu orang berasal dari Malaysia, satu orang dari Hongkong, Satu orang dari Spanyol, dan kita saling bercerita satu sama lain mengenai kampung halaman, dan membuka situs google earth, satu persatu menceritakan Negara asal kita. Orang Spanyol menceritakan mengenai bagaimana hangatnya pribadi orang2 di Negara asalnya, orang hongkong dan Malaysia pun menyambut dengan serentak menceritakan bagaimana lingkungan rumah tinggal mereka dan kondisi keluarga mereka sehari – hari , pikiran ini kembali menerawang, apa yang kucari di tempat asalku. Keluarga, teman – teman, satu persatu detik . menit , jam tidak akan pernah kembali. Dimana kita ada sekarang kuyakin kita semua sedang mengejar tujuan kita masing – masing. Kuteringat perkataan seorang kawan “ Ingat teman hidup itu harus seperti rajawali, mengepakkan sayap, jangan lah menjadi seekor anak ayam , rajawali akan senang untuk tantangan, dan akan menjalani tantangan itu sendiri tanpa dipaksa. Ia akan senang akan badai yang ada di depannya, mengitarinya dan kemudian menembus badai itu.”
            Satu persatu rintangan yang dilompati untuk melewati area ketidaknyamanan akan mendatangkan beribu rintangan yang lebih tinggi… Kehangatan yang selama ini hilang, perlahan – lahan mulai Nampak kembali…Detak jantung yang semakin teratur menyesuaikan pikiran dengan keadaan yang ada, …. detak itu semakin cepat terkadang, … nafas itu semakin pelan terkadang. Ku belajar dari teman terbaikku, untuk mengatur nafas itu mengatur derap hidup kita. Satu Hari ke depan, … berbuat yang terbaik untuk hal – hal yang kecil dalam hidup kita. Satu hari ke depan untuk selalu berpikir positif. Dan satu hari ke depan untuk selalu merenungkan diri dalam doa. Satu saat ini menyebabkan diri ini kembali terdiam,… untuk berpikir kembali..
            Baru saja 7 hari kemarin, kita masuk ke tahun yang baru 2008, terkadang di detik – detik itu, waktu terasa sangat cepat terkadang, sangat lambat terkadang,…,  Semoga tahun 2008 ini, semua keadaan akan semakin baik untuk kita semua, dimanapun kita berada…


         Sesungguhnya masih tidak percaya untuk ada di tempat seperti ini, sesekali terpenjam ketika dalam suatu siang duduk bersama teman – teman kantor, bercerita mengenai kisah kisah dimasa dahulu di pinggir sungai. Ada juga suatu sore ketika sedang berjalan – jalan di koridor kantor yang sering Nampak di sebuah buku di pojok perpustakaan dulu. Memang benar keadaan disini memang luar biasa menariknya, untuk dipelajari, dan dipahami..

Santai dulu kita.. ;)

2 tahun 3 bulan

July 22, 2007

Mimpi  pemimpi

“Diri yang pemimpi “ saat menuju 2 tahunan kemarin. Banyak pelajaran yang terjadi, mengenai karir, hidup, cinta dan harapan. tiap2 peristiwa mempunyai arti tersendiri. Kembali ke  perkataan pak Tisna untuk tetap “ hidup tidak tergesa – gesa“.  Keinginan  ada karena diri sendiri, tidak untuk dipaksakan dengan tergesa - gesa. Mimpi untuk lepas dari kemapanan yang sudah ada, mimpi untuk melawan arus dan mimpi untuk menjadi diri sendiri. Teringat buku yang dulu dibaca mengenai bagaimana menjalani hidup ini sebaik – baiknya jadilah ikan salmon yang sehat  yang selalu menjadi arus bagi dirinya, dan lincah dalam melawan ataupun mengikuti arus”. Perjuangan pengambilan dan menjalani keputusan itu pun sangat sulit sekaligus. Akhirnya proses Resign selesai, sayap kembali terkepak, untuk berlari dan terbang. Keputusan untuk melepaskan apa yang dicintai dan kembali ke mimpi yang ada. 1 tahun yang terbaik di DP architect , 1 tahun yang terbaik di Urbane Indonesia. 3 Bulan yang terbaik untuk berhenti sesaat

Perjalanan pun tiba di angka 15  hari setelah waktu resign.Hari – hari tanpa pekerjaan tetap. Suatu waktu ku bertemu dengan orang2, disitu disimpulkan bahwa kenapa melepaskan pekerjaan tanpa mengetahui apa yang ada di depan kita, itu memang benar.. untuk apa, perkataan itu dipikirkan selama beberapa lama. Apa yang dikerjakan pada saat – saat tanpa pekerjaan seperti ini? Perhitungan matematis seperti gaji yang nol, dan defisit tabungan yang terus menerus. Ada kalanya ingin kembali ke saat – saat terdahulu, dimana semua masih terpegang dan hidup itu terasa sangat pasti. Bekerja itu seperti peningkatan intelegensia, ketika kita meningkatkan intelegensia terlalu berlebih, sekarang saatnya bagamaina situasi yang kosong mengingatkan untuk selalu mawas diri.

Di hari – hari terakhir di Singapore, akhirnya ada kepPicture_349_1utusaPicture_335_1n juga untuk Melihat

Hongkong, berkesempatan juga jalan2 ke kota ini ,Iyo, koes, yeaaaaaaaaaaah….duo maut. Melihat, menyentuh, merasakan
karya2 terbaik yang ada di sini. Bank of china, HSBC, IFC, kura2 concert hall, chung kiong, macdonald, burger king always,  the peak, the beach, etc, woow.. thanks rie, Dowel, anis,  dod for the guides and hospitality. Arsitektur kotanya benar2 luar biasa. Trip yang benar2 oke banget!.. look at the picture guys. Hmmmpffff . Perencanaan transportasi public yang baik, sebenarnya dilihat lagi Singapore tidak kalah jauh dari hongkong yang serba hectic ini. Dibalik controversial penerapan GST 0 % di hongkong, ternyata tiap2 kota harus memiliki keunikan nya sendiri based on its will.

Suatu ketika, tertegun, saat itu jam 7 pagi di kamar, Jakarta, merenungi diri ini. :) mau kemana diri ini. Flashback  pikiran, tiba2 terlihat keluarga, kehidupan , teman, kampus lagi. Terlalu banyak keraguan yang ada, semua harus dilepaskan perlahan – lahan untuk bisa melecut maju. Ya kenangan demi kenangan itu selalu ada, sejak pertama kali 6 tahun yang lalu memasuki dunia arsitektur, sampai sekarang. Flashback itu terasa begitu cepat. Aku merasa ini titik yang terbawah dimana memang tidak punya apa2 untuk diperjuangkan. Tanpa disadari ternyata ku percaya dengan kekuatan keinginan dan doa, begitu kita hidup dengan penuh tujuan 200  dari 100 persen , jalan akan terbuka. Dengan  kekuatan doa, jalan yang itu akan selalu dibukakan. Tiada logika memang.

Ada beberapa cerita berharga dari sepanjang perjalanan transisi yang menarik ini :)

Ada suatu cerita, pada saat projek desain toko di Banjarmasin. Ku bertemu dengan om tua yang akan mengurus neon sign bersama ayah juga, mereka, orang2 dengan 40 tahun pengalaman berdua bercerita dan bercerita. Mereka berkata bahwa kita harus mensyukuri apa yang kita dapat, hidup untuk selalu puas akan hasil yang sudah diberikan, melihat apa yang dipunyai. Yang sulit itu apabila kita mau untuk mensyukuri apa adanya. Apabila kita ingin selalu ke atas, kemanakah ujungnya ? Ingat bahwa Di atas langit masih ada langit ? ada waktu juga sekonyong2 oma yang baru saja datang dari kota samarinda, di hari yang lain, memberikan wejangan, kamu sekarang sudah maunya apa ?

Kemudian, Suatu waktu diajak juga ke tempat ajeb2 yang eksotis penuh dengan wewangian rokok, lampu warna – warni dan desain lekuk2 yang sensual. Suara2 itu sungguh menghipnotis, ada kalanya 10 menit kita terdiam hanya untuk mendengar suara ajeb2 yang sebenarnya berorder jelas penuh dengan ketukan yang berdebam. Sejauh melihat aktifitas yang ada disana, mereka semua tertawa penuh makna, minum bersama penuh makna, terkadang meliuk – liukkan tubuhnya seraya mengangkat tangannya lurus keatas. Satu hal yang pasti mata – mata mereka adalah mata kesepian.

Suatu sore di kantor IAI perbincangan pun dimulai dengan salah satu arsitek senior, angkatan 64, nama beliau sering didengungkan ketika ada penjurian sayembara arsitektur,  beliau bercerita mengenai bagaimana dahulu beliau berkarya hingga sekarang. Ku bertanya pula, “pak worth it ngga sih jadi arsitek “ hehe , beliau pun menjawab sambil menatap dengan pasti” veeeeeryyy, ini sebuah berkah bagi saya “. Sambil tersenyum .Kita kemudian ngobrol2 gimana kehidupan arsitek yang selalu penuh lembur dan jam malam2 memang sulit namun ya itulah arsitek. Beliau berpesan “masyarakat kita biasa hidup tidak jujur, disini, semua seperti berpura – pura, kita tidak bisa bangkit kalau kita tetap tidak jujur.. untuk menjadi arsitek kamu harus punya nama, untuk bisa berbuat “ Ketika penutupan perbincangan, ku bertanya,”masih lembur ngga pak dikantor ?” beliau pun menjawab, saya sudah 14 hari ngga pulang nih, ya gimana ya arsitek ya seperti ini, [waw] ketika sampai ke lobby Jakarta Design Center, beliau pun menepuk pundakku dan dijemput oleh sopir nya naik mobil slk sport compressor, terlihat beliau sangat menikmati hidupnya… gaya banget=p  sampai ketemu lagi ya pak!

apa yang kita pikirkan apa yang kita inginkan itulah yang kita tuju, memulai perjalanan, Berbicara melalui hati dengan usaha dan doa.

Mengenai hidup dan pencarian tujuan dalam hidup.. harga yang dibayar untuk sebuah impian itu  mahal. Kehilangan kemapanan, kehilangan teman terbaik, kehilangan komitmen. Kehilangan dan kehilangan. Tidak semudah yang terbayangkan. Seorang teman yang sangat baik, pernah berkata untuk segala kemapanan yang telah dia raih, di berkata “ dibalik semua prestasi yang saya capai, saya berjuang keras dan mengorbankan banyak hal untuk itu, dan saya berhak untuk itu rich, ada nada kekecewaan di raut mukanya, seakan2 dunia ini tidak berpihak kepadanya..” salah Seorang teman lain yang sangat baik pernah menulis “Rich, remember to protect your dream and don’t let anyone take it away from you , not even yourself !“, setelah mimpi itu kita jalani, apa yang ada di ujungnya ? …cabang jalan yang penuh gegap gempita?… ataukah  cabang jalan berbatu2 yang bahkan ada durinya?…. Kenapa selalu ada cabang2 jalan yang harus kita tempuh?…. aku bertanya, Kubersyukur karena ku masih bisa memilih cabang mana yang akan kupilih. Tetap berbuat dan Tetap berkaca..Kubersyukur untuk sadar bahwa semua pekerjaan itu harus bisa disyukuri. Ngeluangin waktu buat keluarga, dan Tuhan, disaat2 di seperti ini, rasanya seperti mendapat berkah yang tiada ternilai. I pray for You… impian sejak lama di Foster and Partners. Kesempatan itu datang. Ada medan yang baru di depan, menunggu untuk dijajaki. :)

Pada akhirnya teringat kembali pada satu titik perhentian di Hongkong yang membuat diri tertegun sampai sekarang, banyaknya unjuk rasa, bentrok antar keyakinan, protes dari pengikut dari salah satu sekte disana, benar2 membuat miris, suatu waktu internet pun dibuka utnuk memuaskan rasa penasaran, browsing – demi browsing dilakukan, “Organ Harvesting Camp ?”. Dunia ini sudah terbalik memang, penderitaan benar2 merinding. Kuatnya suatu keyakinan dan pertentangan paham dalam pikiran memang benar2 mengerikan. Batas antar benar dan salah sudah kosong. benar menjadi salah yang salah menjadi benar. Prinsip – isme yang menistakan kasih benar2 membuat tertegun.Ada suatu cerita ketika berjalan2 ke Bali di sebuah gudang , ada orang yang bernama pak Made, beliau menceritakan, ia bertemu dengan anand khrisna yang berkata “ jika ada sebuah hal  yang membenarkan membunuh dan menyakiti sesama akan menerima kebahagiaan sejati, itu omong kosong, saya akan terima dicari2 untuk dibunuh untuk melawan hal itu “  tertegun memang, sudah bukan saatnya kita hidup di dalam dunia yang egosentris dan mementingkan diri sendiri. Dunia ini semakin lama akan semakin gila dengan tekanan dan pemikirannya yang sekuler. Untuk keyakinanku, kakakku pernah mengingatkan tentang perkataan seorang romo, Vertical itu bagaimana kita dengan yang diatas, hubungan dengan Tuhan itu sendiri. Horizontal itu bagaimana kamu berbuat terhadap sesama, siapapun dia, apapun keyakinannya, apapun penyakitnya, apapun keadaannya, berbuatlah untuk sesama. Kita hidup di dunia yang hampa akan kasih. Kita hidup untuk menyebarkan kasih… :) selesailah petualangan 3 bulan transisi kemarin, sekarang jam kembali berputar cepat setelah dibekukan Aura pulau Jawa dan Kalimantan yang sungguh menghipnotis…

Suatu waktu ku dalam liburan ke Bali dan Banjarmasin,
berkeliling dari tempat satu ke tempat yang lain.
Duduk berdiri dan duduk kemudian diam
Hembusan nafas dari alam itu begitu terasa.
Kita bernafas,
alam pun bernafas,
menciptakan ritme – ritme kehidupan Fibonacci yang lain.
Ritme – ritme itu membuat monumentalisme tersendiri.
Benar kata teman terbaikku,
untuk pertama kalinya kulihat langit Bali itu begitu biru

 

Hi Guys, Check this out … I’m
so happy to see these articles from coroflot.com! A gift for all of you… I
remember from the rise of the creative class - Richard Florida, world is
getting  fast and lacked of creative Rock star…Let’s try to be rock star
in the rockin’ place.What do you think;p , - Rich [have been updated for the graphic problem]

 Design Salaries 2001-2006

   
Designsalaries_1

All Good
Overall it has been a good year for creative salaries. Each field we surveyed
showed some growth, with Interior Design and Graphic Design making the
biggest gains. Our two new categories remain simple data points for now but
their  position relative to the other fields is interesting - fashion design
has made its debut right up at the top of the pack! ahem. - Not that we are
encouraging readers to look at this chart in any kind of competitive-ranking
way. Do that and we’ll start polling plumbers, bankers
and urban waitstaffs just to keep it all in check! ;) Any salary is a
  good salary if you are doing what you like.

Career Wages in Creative Fields

   

Creative_career_path_1

Career Path as Demarked by Dollars
    We marked out four  milestone creative positions to create a "compensation
    career path" of sorts. It reveals the pacing and range of pay
    in and between creative fields. Some interesting points… The
    fields of Fashion Design and Interaction
    / Web Design are
    exceptional for their great pay range. Architecture is notable for its
    overall short salary span but also for the little room there is
    left at the top of its practice for salary increases. Senior Interaction
    / Web Designers don’t make much more than those below them considering
    the profession’s overall pay range. The milestone positions fall evenly
    along the salary span of only one field; Graphic Design - perhaps it
    is a more
    disciplined
    discipline?

Global Design Rockstar

 
Wheredesigners_are_rockstarts





Rock-osity, Who’s Got It?
We took the 
average salaries of the top 14 countries in our survey and ran them through The
Economist’s Big Mac Index
. Doing so allows us to see, in a compartive sense,
how "large" a designer "rolls" on his local turf. For instance,
the chart indicates that while cruising their respective neighborhoods, a
UK designer
rolls larger than does her German counterpart. The simple economic
explanation of these differences is that they are due to
deviations in demand - in some countries designers are simply hotter commodities
- and as is  the case with rockstars, demand turns into dollar$$$. And
this is why we measure the degree of this demand in units of "rock-osity", of
which there are eleven.

The Waterfall

Sentimages_1
ini satu
lagi desain yang melahirkan tim kucing garong dengan lagu2 fenomenal dewa –
dewi, kucing garong dan ditutu
p dengan ACI, bener2 mengerikan. Disini kita belajar semangat untuk berbuat dan memaksimalkan diri dengan cara yang menyenangkan dan heboh, no compromise, tetep
heboh !!!
ditengah - tengah hadangan virus2 autorun dan dilingkupi aura si bandung lautan api yang luar biasa, disini tim yang bisa bertahan dia yang menang karena skala gedung
yang l
uar biasa =p,

 
ide
dimulai dengan pencitraan gedung pengairan milik pemda, kit
a mengambil analogi
dari waterfall. Tampak bangunan merupakan refleksi dari Air Terjun - Tampak
Bangunan akan menyiratkan air terjun. Fasade kaca akan
melengkung ke arah bawah
memberikan efek yang terbuka seba
gai responsnya terhadap lokasinya yang ada di
daerah jalan raya. Air Terjun ini akan diputuskan oleh lobby dan Floating
Gallery. Ekspresi bangu
nan akan ringan dan menggunakan warna - warna air yang
cenderung jernih transparan untuk ekspresi void dan putih untuk ekspresi solid.

 Beberapa konsep
fungsional seperti pengaturan tangga kebakaran dan flow ruang yang lebih baik
pun dimunculkan.
Kinerja gila tim kucing garong ini dengan 5 hari yang tidur Cuma
3 jam, semua berkorban total untuk sayembara yang satu ini. Sekali lagi menang
atau kalah bukan masalah. Sampai hari akhir, kita harus membuat maket. Ketika pengumpulan
jam 5 sore , Jam 1 berangkat dari bandung ke Jakarta, maket baru jadi 1 / 2,
sampe di x trans tomang, kita berangkat ke jdc, ngbuat maket di parker jdc,
sampe kita mau motong2, ternyata bahan maket ketinggalan di tomang, itu uda jam
4, akhirnya kita siapin panel2 nunggu sampe jam 4.45 bahan baru dateng  sampe diusir - usir satpam gara - gara ngebrantakin tempat parkir, "tunggu paaaak 10 menit lagi !!!" saya bayar deh parkir mobilnya !!" , tapi ga berhasil dan kita harus ngerjain maket itu di dalem mobil dan dikumpul
jam 5 ,
akhirnya maket gaya kucing garong pun lahir, hahahahahahahahahaahahaha…

Rich :  kayanya kita pasti menang ?

Japs :  rasanya sih menang

Dicke : bisa
apa sih mereka mereka ? 

Hahahaha…
I’m proud of us guys !!! :D see ya in the next competition, congrats!!!

Jakarta Design Center

Design Responses for Global
Warming

 

Sentimages

Nah ini
dia, kompetisi desain edisi tim RJL yang baru aja dilahirin dengan totalitas
yang bener – bener total, kerja 1 setengah hari mulai dari sabtu sore sampe
minggu malem, dengan orang – orang yang total pasti jadi mengerikan, menang
atau nda itu ngga masalah, yang penting tetep berkarya ini solusi dari kita
buat nanganin global warming yang lagi trend, ide yang utama dari penanganan
energi secara mandiri. Desain dari bangunan ini menanggapi isu global warming
yang disebabkan penggunaan energi bumi secara besar - besaran dengan
menciptakan energi melalui perencanaan fasadenya. Energi akan dibentuk oleh
solar panel yang terletak di sisi barat bangunan. Bangunan ini akan menciptakan
pencitraan yang inovatif untuk ikut serta dalam memecahkan masalah energi di
dunia secara mikro. Tipe cladding fasade akan dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :
Solar Panel, Kaca hitam Refleksi 80%, Kaca hitam Refleksi 60%. Isu ruang
perkotaan mencoba dipecahkan dengan konsep Connecting Public Pedestrian access
and Creating Frontage Public space - Bangunan akan menjadi role model dalam
menciptakan desain yang humanis dengan menciptakan akses bagi pejalan kaki.
Akses bangunan akan dipisahkan di sisi samping bangunan untuk menciptakan
plaza ruang publik yang baik untuk perbaikan perilaku berkota dari penduduk
Jakarta.

Desain bentuk nya diambil dari satu buah bahasa yang lugas dan monumental. satu
buah frame yang lengkung diambil untuk memecahkan efek bulky dan menimbulkan
kesan sexy and sophisticated sebagai bentuk pencitraan baru dari Jakarta Design
Center.

Di dalam plazanya akan diletakkan monumen pohon yang diinspirasi dari tulisan
monumen pohon tisna sanjaya, lagiii ?? iya, inspirasi tisna sanjaya dengan
tulisan – tulisannya selalu segar menggelitik kita dalam memperlakukan alam
secara lebih baik dalam bagian depan plazanya  juga akan diletakkan
Pameran design eksperimental dengan Efek asap sehingga gambar yang terjadi akan
menjadi 3 dimensi , halte bus, galeri desain center dan penataan Komposisi
Landsekap dari transformasi sungai yang mengalir dengan bebatuannya.
keseluruhan komposisi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan ruang publik
kota secara lingkupnya sebagai plaza dari gedung Jakarta Design Center

untuk memaksimalkan fungsi gedung. Pemanfaatan lantai teratas sebagai area
restaurant diusulkan pada tahap selanjutnya. konsep restaurant terbuka ataupun
Ballroom untuk resepsi pernikahan disajikan dengan elemen hijau sebagai bentuk
sumbangan bangunan terhadap penurunan suhu kota pada lingkup mikro kota.

Monumen Pohon [Tisna Sanjaya]

Pohon mengajarkan kita untuk tumbuh tidak tergesa - gesa.
… Kita kembalikan bara api
yang telah membakar proses kreasi pada alam
yang  terhampar menjadi guru…
Kita tanami pohon pohon langka,
pohon-pohon obat penawar duka menjadi pohon kehidupan sehari hari,
juga sumber mata air, udara, selain pohon yang selalu mengajarkan kita
tentang tumbuh tidak tergesa gesa…

Terselip
pembicaraan di saat jam 12 malam di hari minggu, di mata yang makin meredup dan
permulaan saat2 pembuatan RAB

rich :
japs, za heboh kita ? gimana ?

japs : segalanya
ada , heboh !!

liza :
pasteee

Keesokan
harinya japs kembali ke PSUD Bandung dan Liza ke Bali untuk liburan. Congrats
guys akhirnya masuk nominasi kita =p

 

let’s goooooo

April 5, 2007

:D

1 tahun 9 bulan ,

January 6, 2007

Perspektif
4 titik..

 

 

Backstage_1Tidak terasa 1 tahun 3/4 bulan selepas bebasnya
diri
dari ku
kungan akademik untuk kembali masuk ke tantangan yang lebih
bergolak. Tepat di angka 3/4 zona aman sudah mulai merasuk di diri, menenangkan
hati, kenyamanan, ra
sa aman yang membuat kita bisa mulai berbuat, zona sekitar
mulai masuk ‘tuk mendukung segala jalan, angka 1/4 adalah saat dimana diri
masih tersesat dalam suasana, angka 1/2 adalah saat diri bebas dari
ketersesatan dan kebingungan, angka 3/4 adalah saat diri mulai menjadi petunjuk
bagi sekitar kita, hal ini kembali berulang kembali dalam kukungan tahun kedua,
zona aman dan zona keadaan adalah 2 hal yang dominan di dalam angka 3/4. sekali
lagi 3/4 itu datang di tahun kedua, di awal tahun 2007 ini …

 

Keadaan ini seperti perspektif 1 titik hilang,
Dari Jauh untuk kearah satu titik fokus, melaju terus,dari besar ke kecil, kita
diajak untuk melangkah terus meski tiada keinginan untuk melangkah, keadaan
perspektif yang kita alami, mengajak untuk demikian, … suatu waktu
adakalanya, disaat dorongan garis2 pengarah perspektif itu begitu menekan, kita
harus berhenti , disaat itu, perspektif 2 titik muncul, kita melihat kekiri dan
ke kanan, melihat ujung2 pandangan yang berbeda, garis - garis yang perspektif
2 titik, dimana kita mulai merasa empati dari sekitar yang menyebabkan 2 titik
itu ada, untuk menoleh ke kiri dan ke kanan, mulai ada pertimbangan untuk
melangkah. kemudian kita bisa berjalan lagi, tentu saja di perspektif 1 titik
lagi… suatu waktu ada kalanya kita behenti kembali, ingin merasakan
perspektif yang lebih dalam lagi, saat itu ada keinginan untuk melihat keatas
dan ke bawah, untuk mulai berintrospeksi diri, saatnya perspektif 3 titik
muncul, mulai merasakan ketinggian, posisi diri dimana kita berada, distorsi2
yang ada,di saat kita mau untuk berhenti dan berfikir, …


Perspektif 4 titik akan muncul apabila kita mau
mereview kebelakang untuk mengingat dan belajar dari masa lalu, kurasa 4
dimensi itu mulai ada dalam diri kita, dimana kita bukan lagi merasakan bentuk
dari perspektif itu sendiri, namun arti makna sudah merasuk dalam jiwa-jiwa
yang terus bergerak dalam hidup kita.

 

Ada sebuah cerita, suatu waktu, ketika menunggu
antrian makanan, tiba2 tersentak juga, melihat ada seorang ibu yang mengambil
gerakan untuk tidak mau menunggu, serobot kiri dan kanan, memaksa tuk
menggeleng2kan kepala, suatu waktu juga ada kejadian menunggu barang yang
diinginkan selama 3 bulan ini, sampe ke depan toko, ternyata barang itu habis,
setelah itu, dengan kekecewaan mengambil taxi untuk menuju orchad, dikala itu,
cuaca hujan deras, terpaksa ditemani seorang teman sangat baik Menunggu di
depan sebuah toko, tidak disangka disana apa yang diinginkan bisa kecapai,
barang itu ada, hidup ini penuh dengan misteri, mungkin benar kalo segalanya
akan berbalik kembali ke kita. Menunggu dan menunggu terkadang ini adalah
pekerjaan yang paling tidak diharapkan dan ditunggu adalah sesuatu yang
dinantikan. Suatu waktu ada juga akhirnya sampai juga di satu persimpangan
hidup, dimana proses menunggu dan ditunggu itu ada, menunggu mengharapkan
perasaan sabar, dan ditunggu melibatkan ketidaksabaran, ini masih menjadi suatu
misteri, menunggu dan ditunggu, kebiasaan kita seharusnya lengkap untuk
menunggu. Kesabaran itulah yang harusnya membuahkan kebenaran yang sepastinya.
mungkin kita biasa ditunggu, sama seperti semua orang yang pada ingin hidup
seenaknya, seperti juga dalam sebuah cerita selalu ada kata selesai, memulai
dan kemudian bersambung, di satu saat menguasai segalanya, kehilangan segalanya
dan memulai kembali yang baru. mungkin juga apabila kita sudah kehilangan
sesatu yang menunggu kita, barulah kita sadar arti kehilangan…


akhir - akhir ini Kata buktikan seolah - olah
sudah menjadi makanan yang tidak berujung, entah kenapa, rasa kenikmatan untuk
pembuktian itu terletak pada proses, benar - benar menyenangkan, buktikan !
pembuktian terhadap diri sendiri, kita seolah - olah terkukung dengan batasan2
mind set kita sendiri, saat kita melompat lagi, ada mind set lagi, melompat
lagi kita mendapatkan mindset baru, pembuktian itu ada ketika kita berhasil
melompati batasan mindset diri, memang tidak akan pernah habis, semua
tergantung pada anda sendiri, apakah diri kita seorang petarung atau pencari
keamanan.. pada saat kita berkata, rintangan ada di diri, saatnya menarik nafas
dan merasakan kita pasti bisa. sekitar 1 minggu sebelum tulisan ini ada,
mindset masih berbeda,. ketika itu kerinduan untuk berekspressi demikian
adanya, rindu akan impian yang tidak mungkin, ingin membuat segala kemungkinan
dari ketidakmungkinan. perbandingan diri kita yang sekarang dengan masa lalu
itulah mind set kita. terkadang ku merasakan, bahwa kubutuh 1 1/4 tahun lagi
untuk melengkapi segalanya, Project - project yang bergelimang untuk dihadapi,
teman - teman yang senafas, semua itu seakan menjadi obat tersendiri bagi
kukungan pekerjaan dan deadline yang terusmenerus. Di kala ini ku sadar, it is
not bout your job dude, it is bout your life, cara kita mengerjakan sesuatu,
berpikir terhadap sesuatu itu lah yang menempa. justru sekarang berbeda, ketika
mengolah apa yang ada dan berhenti bermimpi itu membuat segalanya menjadi luar
biasa,… menjadi begitu Rich, kaya bgt!… *tergelak-gelak

 

Ada juga, Suatu waktu di tanggal 22 Desember,
melintas di kawasan Little india, Bugis, dalam perjalanan ke tekka mall, dalam
kesendirian malam, terlihat satu panggung, disitu ada warna merah, dihias
dengan rumbai2 emas, dan hijau tosca, merahnya pun merah menyala bak layaknya
kertas ang pau, kemudian terdengar suara
gong dipukul terus menerus dengan ritme suara yang konstan, sesaat juga
terkadang terdengar suara gemerincing, dan suara biola yang digesek, dari jauh
hanya nampak kelebat merah kuning dengan gerakan tari, ternyata itu adalah panggung tari, panggung teater cina.
pengunjungnya tidak terlalu ramai, hanya orang2 yang sudah tua, menyimak bahasa
dengan alunan musik nan tinggi dan terkadang cukup untuk menusuk tajam telinga. kuamati gerakan tariannya, mimik muka
orang2 tua yang menonton, orang2 tua disitu begitu menikmatinya. entah apa
ceritanya, apa bahasanya, bergumam sejenak kemudian bersuara melengking nan
tinggi, semua hingar bingar dan mereka para tua - tua yang menonton sungguh
menikmati tari dan teater yang ada. Yang paling menarik justru ditemukan bukan
di depan panggungnya, tapi di daerah belakang. Daerah belakang ini sungguh
berbeda, lebih redup, remang2, suasana pun tampil dengan tidak dibuat - buat.
Inilah dapur panggung sesungguhnya. Disini terlihat semangat untuk tampil, apalagi kemauan untuk tampil, ada
di satu pojok canda tawa penari2 yang berbisik2 dengan pupur putih dan gincu
merah, bertopi barongsai emas, jikalau kita melihat dari arah bawah, pandangan
akan terbingkai oleh 1 orang penggesek biola dan 1 orang peniup trompet, vista
terbentuk dibentuk tepat di tengah mereka, benar - benar , disini sungguh
berbeda dengan suasana panggung, muram dan kotor namun penuh dengan semangat
yang berapi - api. ada kalanya kesalahan kecil diperbuat oleh salah satu
penari, dan yang lain pun tertawa kecil dengan gerakan menutup mulut, tentu
saja di back stage. sesuatu yang salah pun bisa menjadi bahan kelucuan disini,
Alhasil disini kita bisa belajar mengenai semangat di dalam backstage ini,
elemen yang terpenting namun sering dilupakan, panggung seringkali menyilaukan
dengan hingar bingarnya, merah kuningnya, namun terkadang, semangat backstage
ini sendiri adalah jiwa dari panggung tersebut, semua ini sama seperti dunia
kerja, maupun apapun yang ada di hidup kita, back stage itu hati, jiwa dan
proses, dapur dari pikiran kita …
panggung itu hanya pemanis dan pupur kiasan, yang terkadang menipu. di
Backstage ada semangat untuk salah, ada juga semangat untuk belaja

r, apalagi semangat untuk mencoba benar ,…
terkadang mungkin kita lupa dengan ini.

 

 semangat backstage inilah yang akan menjadi bahan
pemikiran untuk kompetisi design yang akan datang, semangat untuk tampil, dalam
ekspressi,

dalam
kebingungan ini, semoga 3 bulan ke depan, hidup sudah mulai menunjukkan kemana
arah seharusnya kita melangkah ,…