Mencoba berdialog dengan campus center Itb.
September 11, 2005
Langkah ini terhenti, ada yang berbeda dengan situasi yang ada. Dinginnya aura yang ada di jantung baru kampus ITB, seolah – olah mengingatkan akan kondisi yang tidak serupa 3 tahun yang lalu di lokasi yang sama. Kesepian yang ada, jantung kampus itu seolah berdenyut sangat pelan, kegiatan kemahasiswaan seolah – olah kehilangan ritmenya, menurunkan ritme untuk kemudian perlahan – lahan muncul. Teringat akan Suara – suara teriakan UKSU , kegaduhan anak – anak UKA, anak – anak nongkrong Apres, radio kampus, perdebatan para petinggi KM dengan suara speaker yang hampir rusak dan banyak lagi d el el , ataupun anak – anak arsitektur 02 yang menamakan sebuat pojok sebagai tempat favorit nongkrong mereka, berbagai kenangan yang ada menyimpan kenangan tersendiri bagi teman – teman alumni dan teman – teman mahasiswa yang masih merasakan.
2 gedung Campus Center yang baru seolah – olah menjadi 2 buah balok es yang berdiri dengan megahnya. Desain yang monumental di tengah kampus ITB. Dalam hal ini proses penilaian kreatifitas sang arsitek tidak boleh dipermasalahkan, karena proses pembangunan campus center ini telah melalui proses yang paling baik yaitu melalui sayembara arsitektur, Sehingga tentu saja desain yang terbaik yang akan menang. Meskipun ada kesalahan – kesalahan kecil, tentu saja itu tidak usah dipermasalahkan terlalu panjang.
Yang harus di perhatikan sekarang adalah bagaimana pengelola jantung kampus ini mampu untuk menghidupkan kembali suasana campus center seperti dahulu, suasana yang hangat yang mampu untuk mendorong mahasiswa untuk menemukan idealismenya, bergelimang dalam hangatnya dunia kemahasiswaan, menemukan teman – teman satu seperjuangan. Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan setelah proses itu dijalani. Tidak hanya untuk menemukan dirinya bergelimang dalam kebanggaan semu menjadi seorang mahasiwa ITB tanpa berbuat sesuatu untuk masyarakat. Merencanakan suatu lingkungan yang baik, untuk mahasiswa dalam beraktifitas dan berkreatifitas, berarti menyediakan waktu untuk berdialog, apa yang sebenarnya diperlukan oleh mahasiswa, selain tempat penyediaan penyimpanan peralatan unit. Perlu diingat bahwa ITB memiliki unit yang jumlahnya sangat banyak dan sifat – sifatnya sangat beragam. Ini adalah sebuah potensi dan perlu dan penting untuk diakomodasi. Suatu sistem harus dijalankan, sistem yang baik.
Hendaknya para petinggi ITB menyadari gejala ini dan waspada akan suatu kemunduran dalam kehidupan kemahasiswaan. Mungkin saja hal ini disebabkan karena ketika tulisan ini dibuat, seluruh campus center masih belum beroperasi sepenuhnya, namun waktu terus berlalu, generasi baru telah datang, berpaculah dengan waktu.
Dan memang penilaian terakhir akan berkata
“hadirin – hadirin, tidak usah ribut – ribut, biarlah waktu saja yang akan menentukan.”

September 11th, 2005 at 8:27 am
gak baik menyimpan masalah, cerita Rich…
tenang gua bisa dipercaya 100%
gak bakalan gua bocorin ke Horas, Omni, BJ, Andi Pengki, Wira, Ndru, sampe angk. 2001, 2002, 2003, 2004 juga gak bakal tau deh.
Sumpah !!
September 12th, 2005 at 4:22 am
ah lu emang temen gue yang paling bae dik, dasar edan, liat lo, ntar gw gantung pas wisuda
October 24th, 2005 at 8:28 am
“gak baik menyimpan masalah, cerita Rich…
tenang gua bisa dipercaya 100%
gak bakalan gua bocorin ke Horas, Omni, BJ, Andi Pengki, Wira, Ndru, sampe angk. 2001, 2002, 2003, 2004 juga gak bakal tau deh.
Sumpah !!”
whoaaa rich, nama gw ga ada euy diatas….maksudna diki apa ya?
October 24th, 2005 at 8:53 am
lo jadi secret agent gua rul, biar rich gak curiga, dia pasti ngawasin orang2 yang gua sebutin di atas, jadi karena tampang lo sedikit polos lo pasti lolos verifikasi rich dan dia gak bakal suspect apa2 kalo ceritanya gua bocorin ke lo rul !
October 24th, 2005 at 10:35 pm
alahh… si Babami gila, liat lu yak, bangsat
October 27th, 2005 at 5:03 pm
sip…