1 tahun 9 bulan ,

January 6, 2007

Perspektif
4 titik..

 

 

Backstage_1Tidak terasa 1 tahun 3/4 bulan selepas bebasnya
diri
dari ku
kungan akademik untuk kembali masuk ke tantangan yang lebih
bergolak. Tepat di angka 3/4 zona aman sudah mulai merasuk di diri, menenangkan
hati, kenyamanan, ra
sa aman yang membuat kita bisa mulai berbuat, zona sekitar
mulai masuk ‘tuk mendukung segala jalan, angka 1/4 adalah saat dimana diri
masih tersesat dalam suasana, angka 1/2 adalah saat diri bebas dari
ketersesatan dan kebingungan, angka 3/4 adalah saat diri mulai menjadi petunjuk
bagi sekitar kita, hal ini kembali berulang kembali dalam kukungan tahun kedua,
zona aman dan zona keadaan adalah 2 hal yang dominan di dalam angka 3/4. sekali
lagi 3/4 itu datang di tahun kedua, di awal tahun 2007 ini …

 

Keadaan ini seperti perspektif 1 titik hilang,
Dari Jauh untuk kearah satu titik fokus, melaju terus,dari besar ke kecil, kita
diajak untuk melangkah terus meski tiada keinginan untuk melangkah, keadaan
perspektif yang kita alami, mengajak untuk demikian, … suatu waktu
adakalanya, disaat dorongan garis2 pengarah perspektif itu begitu menekan, kita
harus berhenti , disaat itu, perspektif 2 titik muncul, kita melihat kekiri dan
ke kanan, melihat ujung2 pandangan yang berbeda, garis - garis yang perspektif
2 titik, dimana kita mulai merasa empati dari sekitar yang menyebabkan 2 titik
itu ada, untuk menoleh ke kiri dan ke kanan, mulai ada pertimbangan untuk
melangkah. kemudian kita bisa berjalan lagi, tentu saja di perspektif 1 titik
lagi… suatu waktu ada kalanya kita behenti kembali, ingin merasakan
perspektif yang lebih dalam lagi, saat itu ada keinginan untuk melihat keatas
dan ke bawah, untuk mulai berintrospeksi diri, saatnya perspektif 3 titik
muncul, mulai merasakan ketinggian, posisi diri dimana kita berada, distorsi2
yang ada,di saat kita mau untuk berhenti dan berfikir, …


Perspektif 4 titik akan muncul apabila kita mau
mereview kebelakang untuk mengingat dan belajar dari masa lalu, kurasa 4
dimensi itu mulai ada dalam diri kita, dimana kita bukan lagi merasakan bentuk
dari perspektif itu sendiri, namun arti makna sudah merasuk dalam jiwa-jiwa
yang terus bergerak dalam hidup kita.

 

Ada sebuah cerita, suatu waktu, ketika menunggu
antrian makanan, tiba2 tersentak juga, melihat ada seorang ibu yang mengambil
gerakan untuk tidak mau menunggu, serobot kiri dan kanan, memaksa tuk
menggeleng2kan kepala, suatu waktu juga ada kejadian menunggu barang yang
diinginkan selama 3 bulan ini, sampe ke depan toko, ternyata barang itu habis,
setelah itu, dengan kekecewaan mengambil taxi untuk menuju orchad, dikala itu,
cuaca hujan deras, terpaksa ditemani seorang teman sangat baik Menunggu di
depan sebuah toko, tidak disangka disana apa yang diinginkan bisa kecapai,
barang itu ada, hidup ini penuh dengan misteri, mungkin benar kalo segalanya
akan berbalik kembali ke kita. Menunggu dan menunggu terkadang ini adalah
pekerjaan yang paling tidak diharapkan dan ditunggu adalah sesuatu yang
dinantikan. Suatu waktu ada juga akhirnya sampai juga di satu persimpangan
hidup, dimana proses menunggu dan ditunggu itu ada, menunggu mengharapkan
perasaan sabar, dan ditunggu melibatkan ketidaksabaran, ini masih menjadi suatu
misteri, menunggu dan ditunggu, kebiasaan kita seharusnya lengkap untuk
menunggu. Kesabaran itulah yang harusnya membuahkan kebenaran yang sepastinya.
mungkin kita biasa ditunggu, sama seperti semua orang yang pada ingin hidup
seenaknya, seperti juga dalam sebuah cerita selalu ada kata selesai, memulai
dan kemudian bersambung, di satu saat menguasai segalanya, kehilangan segalanya
dan memulai kembali yang baru. mungkin juga apabila kita sudah kehilangan
sesatu yang menunggu kita, barulah kita sadar arti kehilangan…


akhir - akhir ini Kata buktikan seolah - olah
sudah menjadi makanan yang tidak berujung, entah kenapa, rasa kenikmatan untuk
pembuktian itu terletak pada proses, benar - benar menyenangkan, buktikan !
pembuktian terhadap diri sendiri, kita seolah - olah terkukung dengan batasan2
mind set kita sendiri, saat kita melompat lagi, ada mind set lagi, melompat
lagi kita mendapatkan mindset baru, pembuktian itu ada ketika kita berhasil
melompati batasan mindset diri, memang tidak akan pernah habis, semua
tergantung pada anda sendiri, apakah diri kita seorang petarung atau pencari
keamanan.. pada saat kita berkata, rintangan ada di diri, saatnya menarik nafas
dan merasakan kita pasti bisa. sekitar 1 minggu sebelum tulisan ini ada,
mindset masih berbeda,. ketika itu kerinduan untuk berekspressi demikian
adanya, rindu akan impian yang tidak mungkin, ingin membuat segala kemungkinan
dari ketidakmungkinan. perbandingan diri kita yang sekarang dengan masa lalu
itulah mind set kita. terkadang ku merasakan, bahwa kubutuh 1 1/4 tahun lagi
untuk melengkapi segalanya, Project - project yang bergelimang untuk dihadapi,
teman - teman yang senafas, semua itu seakan menjadi obat tersendiri bagi
kukungan pekerjaan dan deadline yang terusmenerus. Di kala ini ku sadar, it is
not bout your job dude, it is bout your life, cara kita mengerjakan sesuatu,
berpikir terhadap sesuatu itu lah yang menempa. justru sekarang berbeda, ketika
mengolah apa yang ada dan berhenti bermimpi itu membuat segalanya menjadi luar
biasa,… menjadi begitu Rich, kaya bgt!… *tergelak-gelak

 

Ada juga, Suatu waktu di tanggal 22 Desember,
melintas di kawasan Little india, Bugis, dalam perjalanan ke tekka mall, dalam
kesendirian malam, terlihat satu panggung, disitu ada warna merah, dihias
dengan rumbai2 emas, dan hijau tosca, merahnya pun merah menyala bak layaknya
kertas ang pau, kemudian terdengar suara
gong dipukul terus menerus dengan ritme suara yang konstan, sesaat juga
terkadang terdengar suara gemerincing, dan suara biola yang digesek, dari jauh
hanya nampak kelebat merah kuning dengan gerakan tari, ternyata itu adalah panggung tari, panggung teater cina.
pengunjungnya tidak terlalu ramai, hanya orang2 yang sudah tua, menyimak bahasa
dengan alunan musik nan tinggi dan terkadang cukup untuk menusuk tajam telinga. kuamati gerakan tariannya, mimik muka
orang2 tua yang menonton, orang2 tua disitu begitu menikmatinya. entah apa
ceritanya, apa bahasanya, bergumam sejenak kemudian bersuara melengking nan
tinggi, semua hingar bingar dan mereka para tua - tua yang menonton sungguh
menikmati tari dan teater yang ada. Yang paling menarik justru ditemukan bukan
di depan panggungnya, tapi di daerah belakang. Daerah belakang ini sungguh
berbeda, lebih redup, remang2, suasana pun tampil dengan tidak dibuat - buat.
Inilah dapur panggung sesungguhnya. Disini terlihat semangat untuk tampil, apalagi kemauan untuk tampil, ada
di satu pojok canda tawa penari2 yang berbisik2 dengan pupur putih dan gincu
merah, bertopi barongsai emas, jikalau kita melihat dari arah bawah, pandangan
akan terbingkai oleh 1 orang penggesek biola dan 1 orang peniup trompet, vista
terbentuk dibentuk tepat di tengah mereka, benar - benar , disini sungguh
berbeda dengan suasana panggung, muram dan kotor namun penuh dengan semangat
yang berapi - api. ada kalanya kesalahan kecil diperbuat oleh salah satu
penari, dan yang lain pun tertawa kecil dengan gerakan menutup mulut, tentu
saja di back stage. sesuatu yang salah pun bisa menjadi bahan kelucuan disini,
Alhasil disini kita bisa belajar mengenai semangat di dalam backstage ini,
elemen yang terpenting namun sering dilupakan, panggung seringkali menyilaukan
dengan hingar bingarnya, merah kuningnya, namun terkadang, semangat backstage
ini sendiri adalah jiwa dari panggung tersebut, semua ini sama seperti dunia
kerja, maupun apapun yang ada di hidup kita, back stage itu hati, jiwa dan
proses, dapur dari pikiran kita …
panggung itu hanya pemanis dan pupur kiasan, yang terkadang menipu. di
Backstage ada semangat untuk salah, ada juga semangat untuk belaja

r, apalagi semangat untuk mencoba benar ,…
terkadang mungkin kita lupa dengan ini.

 

 semangat backstage inilah yang akan menjadi bahan
pemikiran untuk kompetisi design yang akan datang, semangat untuk tampil, dalam
ekspressi,

dalam
kebingungan ini, semoga 3 bulan ke depan, hidup sudah mulai menunjukkan kemana
arah seharusnya kita melangkah ,…

 

2 Responses to “1 tahun 9 bulan ,”

  1.   windy said:

    hi rici…..
    wah…ur blog’s very inspiring…hehe…

    iya rici smangat selalu ya.emang selalu ngelakuin yg terbaik ya dalam segala hal.baik di kerjaan maupun dlm life.even di paintball…hihihi…

    cuma mo ingetin … jgn lupa badan juga yah.rici kan manusia juga.punya batas kekuatan, punya emosi.kalo capek bilang aja capek.kalo butuh istirahat bilang aja.nothing’s wrong with that.

    kadang kita juga butuh break.ga terus2an dipush.saat break kita bisa mikir ke arah mana kita menuju.saat break juga bisa nyiapin diri supaya kita bisa lompat lebih jauh.

    ok d rici….

    semangat selalu…

  2.   Real Rich said:

    siapp!!! :D

Leave a Reply