The Waterfall

Sentimages_1
ini satu
lagi desain yang melahirkan tim kucing garong dengan lagu2 fenomenal dewa –
dewi, kucing garong dan ditutu
p dengan ACI, bener2 mengerikan. Disini kita belajar semangat untuk berbuat dan memaksimalkan diri dengan cara yang menyenangkan dan heboh, no compromise, tetep
heboh !!!
ditengah - tengah hadangan virus2 autorun dan dilingkupi aura si bandung lautan api yang luar biasa, disini tim yang bisa bertahan dia yang menang karena skala gedung
yang l
uar biasa =p,

 
ide
dimulai dengan pencitraan gedung pengairan milik pemda, kit
a mengambil analogi
dari waterfall. Tampak bangunan merupakan refleksi dari Air Terjun - Tampak
Bangunan akan menyiratkan air terjun. Fasade kaca akan
melengkung ke arah bawah
memberikan efek yang terbuka seba
gai responsnya terhadap lokasinya yang ada di
daerah jalan raya. Air Terjun ini akan diputuskan oleh lobby dan Floating
Gallery. Ekspresi bangu
nan akan ringan dan menggunakan warna - warna air yang
cenderung jernih transparan untuk ekspresi void dan putih untuk ekspresi solid.

 Beberapa konsep
fungsional seperti pengaturan tangga kebakaran dan flow ruang yang lebih baik
pun dimunculkan.
Kinerja gila tim kucing garong ini dengan 5 hari yang tidur Cuma
3 jam, semua berkorban total untuk sayembara yang satu ini. Sekali lagi menang
atau kalah bukan masalah. Sampai hari akhir, kita harus membuat maket. Ketika pengumpulan
jam 5 sore , Jam 1 berangkat dari bandung ke Jakarta, maket baru jadi 1 / 2,
sampe di x trans tomang, kita berangkat ke jdc, ngbuat maket di parker jdc,
sampe kita mau motong2, ternyata bahan maket ketinggalan di tomang, itu uda jam
4, akhirnya kita siapin panel2 nunggu sampe jam 4.45 bahan baru dateng  sampe diusir - usir satpam gara - gara ngebrantakin tempat parkir, "tunggu paaaak 10 menit lagi !!!" saya bayar deh parkir mobilnya !!" , tapi ga berhasil dan kita harus ngerjain maket itu di dalem mobil dan dikumpul
jam 5 ,
akhirnya maket gaya kucing garong pun lahir, hahahahahahahahahaahahaha…

Rich :  kayanya kita pasti menang ?

Japs :  rasanya sih menang

Dicke : bisa
apa sih mereka mereka ? 

Hahahaha…
I’m proud of us guys !!! :D see ya in the next competition, congrats!!!

Jakarta Design Center

Design Responses for Global
Warming

 

Sentimages

Nah ini
dia, kompetisi desain edisi tim RJL yang baru aja dilahirin dengan totalitas
yang bener – bener total, kerja 1 setengah hari mulai dari sabtu sore sampe
minggu malem, dengan orang – orang yang total pasti jadi mengerikan, menang
atau nda itu ngga masalah, yang penting tetep berkarya ini solusi dari kita
buat nanganin global warming yang lagi trend, ide yang utama dari penanganan
energi secara mandiri. Desain dari bangunan ini menanggapi isu global warming
yang disebabkan penggunaan energi bumi secara besar - besaran dengan
menciptakan energi melalui perencanaan fasadenya. Energi akan dibentuk oleh
solar panel yang terletak di sisi barat bangunan. Bangunan ini akan menciptakan
pencitraan yang inovatif untuk ikut serta dalam memecahkan masalah energi di
dunia secara mikro. Tipe cladding fasade akan dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :
Solar Panel, Kaca hitam Refleksi 80%, Kaca hitam Refleksi 60%. Isu ruang
perkotaan mencoba dipecahkan dengan konsep Connecting Public Pedestrian access
and Creating Frontage Public space - Bangunan akan menjadi role model dalam
menciptakan desain yang humanis dengan menciptakan akses bagi pejalan kaki.
Akses bangunan akan dipisahkan di sisi samping bangunan untuk menciptakan
plaza ruang publik yang baik untuk perbaikan perilaku berkota dari penduduk
Jakarta.

Desain bentuk nya diambil dari satu buah bahasa yang lugas dan monumental. satu
buah frame yang lengkung diambil untuk memecahkan efek bulky dan menimbulkan
kesan sexy and sophisticated sebagai bentuk pencitraan baru dari Jakarta Design
Center.

Di dalam plazanya akan diletakkan monumen pohon yang diinspirasi dari tulisan
monumen pohon tisna sanjaya, lagiii ?? iya, inspirasi tisna sanjaya dengan
tulisan – tulisannya selalu segar menggelitik kita dalam memperlakukan alam
secara lebih baik dalam bagian depan plazanya  juga akan diletakkan
Pameran design eksperimental dengan Efek asap sehingga gambar yang terjadi akan
menjadi 3 dimensi , halte bus, galeri desain center dan penataan Komposisi
Landsekap dari transformasi sungai yang mengalir dengan bebatuannya.
keseluruhan komposisi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan ruang publik
kota secara lingkupnya sebagai plaza dari gedung Jakarta Design Center

untuk memaksimalkan fungsi gedung. Pemanfaatan lantai teratas sebagai area
restaurant diusulkan pada tahap selanjutnya. konsep restaurant terbuka ataupun
Ballroom untuk resepsi pernikahan disajikan dengan elemen hijau sebagai bentuk
sumbangan bangunan terhadap penurunan suhu kota pada lingkup mikro kota.

Monumen Pohon [Tisna Sanjaya]

Pohon mengajarkan kita untuk tumbuh tidak tergesa - gesa.
… Kita kembalikan bara api
yang telah membakar proses kreasi pada alam
yang  terhampar menjadi guru…
Kita tanami pohon pohon langka,
pohon-pohon obat penawar duka menjadi pohon kehidupan sehari hari,
juga sumber mata air, udara, selain pohon yang selalu mengajarkan kita
tentang tumbuh tidak tergesa gesa…

Terselip
pembicaraan di saat jam 12 malam di hari minggu, di mata yang makin meredup dan
permulaan saat2 pembuatan RAB

rich :
japs, za heboh kita ? gimana ?

japs : segalanya
ada , heboh !!

liza :
pasteee

Keesokan
harinya japs kembali ke PSUD Bandung dan Liza ke Bali untuk liburan. Congrats
guys akhirnya masuk nominasi kita =p

 

2 Responses to “Design Competitions : Waterfall and Global Warming concept”

  1.   Benjay Prima said:

    oh gitu.. jadi ada sayembara dan gak ngabar2in gw.

  2.   Real Rich said:

    sorry jayy, hectic berattt btw pada ikut milis IAI dong, biar update=p ke bandung lagi kita jay ?

Leave a Reply